Tak
disangsikan lagi, arung jeram telah menjadi suatu kegiatan yang sangat
populer dibandingkan dengan kegiatan ke petualangan lainnya. Dapat
dinikmati beramai-ramai tanpa memandang usia, status sosial, tingkat
pendidikan dan profesi seseorang.
Saat ini telah
banyak sungai yang dapat diarungi serta dikelola secara profesional
oleh beberapa operator arung jeram. Mereka menawarkan berbagai paket
kegiatan dengan tingkatan umur dan ke mampuan dari calon kunsumennya.
Mulai dari sungai dengan tingkat kesulitan mudah sampai dengan sungai
yang menjanjikan tantangan dan petualangan.
Berikut penjelasan tentang tingkat kesulitan sungai :
Class I
Tingkat
kesulitan sungai yang paling rendah, dengan arus yang bervariasi dari
flat (datar) dan relatif tenang sampai sedikit beriak pada beberapa
tempat. Rintangan yang ada pun sangat sedikit dan dapat terlihat jelas.
Resiko berenang di sungai ini sangat rendah dan self-rescue sangat mudah
dilakukan.
Class II
Sungai
dengan tingkat kesulitan rendah - menengah. Cocok untuk pemula, dengan
sungai yang lebar dan arus yang cukup deras, lintasan pengarungan jelas
sehingga tidak memerlukan pengamatan terlebih dahulu. Sesekali manuver
perahu perlu dilakukan, namun bebatuan dan jeram medium dapat dengan
mudah dilewati oleh pengarung yang terlatih. Penumpang yang terlempar
keluar perahu dan terhanyut jarang sekali mengalami cidera. Pertolongan
bantuan masih belum perlu. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat
cocok untuk latihan dasar kegiatan arung jeram.
Class III
Sungai
dengan tingkat kesulitan menengah, memiliki jeram yang mulai tidak
beraturan dan cukup sulit serta dapat menenggelamkan perahu.
Manuver-manuver pada arus yang deras serta kontrol perahu pada lintasan
sempit sering diperlukan. Jeram-jeram besar dan "strainers" mungkin ada
namun dapat dengan mudah dihindari. Pusaran arus yang kuat dan deras
sering ditemukan, terutama pada sungai-sungai besar.
Cidera saat
terlempar keluar perahu dan terhanyut masih sangat jarang; self-rescue
biasanya masih mudah dilakukan namun pertolongan bantuan sudah mulai
diperlukan untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. Sungai dengan
tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk kegiatan wisata keluarga atau
sebagai rekreasi alternatif karena dapat diikuti oleh anak-anak yang
berusia 9 tahun.
Class IV
Sungai
dengan tingkat kesulitan menengah - tinggi. Sungai ini memiliki arus
yang sangat deras namun masih dapat diprediksi dengan pengendalian
perahu yang tepat. Teknik pengarungan pada sungai ini sangat tergantung
pada karakter sungai itu sendiri, karena sungai dengan tingkat kesulitan
ini sangat beragam dan berbeda-beda walau memiliki tingkat kesulitan
yang sama. Jeram-jeram besar, hole dan lintasan sempit yang tidak dapat
dihindari memerlukan manuver yang cepat. Berhenti sejenak pada arus yang
sedikit tenang mungkin diperlukan sebelum memulai maneuvers sekedar
mengamati arus atau untuk istirahat. Karena pada jeram-jeram tertentu,
bahaya selalu mengancam. Resiko cidera bagi penumpang yang hanyut cukup
besar dan kondisi air menyebabkan self-rescue sulit dilakukan sehingga
perlu pertolongan bantuan. Pertolongan bantuan tersebut memerlukan
latihan khusus agar teknik penyelamatan dapat dilakukan dengan benar.
Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat menyenangkan dan menjanjikan
tantangan lebih, tentunya dengan dukungan peralatan yang memadai,
pengetahuan yang cukup dan pemandu yang terampil.
Class V
Sungai
dengan tingkat kesulitan tinggi dan hanya cocok untuk pengarung jeram
yang sudah menguasai teknik pengarungan dan memiliki pengalaman yang
cukup pada sungai Class IV.
Sungai yang tergolong pada sungai class V
memiliki jeram yang banyak dan panjang dengan berbagai rintangan yang
dapat menyebabkan resiko tambahan bagi seorang pendayung. "Drops" atau
penurunan yang tiba2, Jeram-jeram sulit, "hole" dan tebing terjal yang
tidak dapat dihindari sampai dengan waterfall (air terjun) sering
dijumpai pada sungai ini. Jeram yang dilewati sering kali beruntun pada
jarak yang cukup panjang, sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang
tinggi. Kalaupun ada pusaran air yang tenang (eddies), jumlahnya sangat
sedikit sekali dan cukup sulit untuk diraih. Pada skala tertinggi,
Sungai dengan tingkat kesulitan ini memiliki kombinasi jeram yang sangat
beragam, mulai dari curler, hair, hay stakes, headwall, strainer, under cut, wave train sampai dengan pin hole yang sangat berbahaya dan mematikan.
Terlempar keluar dari perahu pada sungai ini sangat berbahaya dan
tindakan penyelamatan sering sulit dilakukan bahkan untuk seseorang yang
mahir sekalipun. Peralatan yang tepat, pengalaman yang luas dan latihan
keterampilan dalam penyelamatan sangat penting.
Class VI
Sungai
yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi. Pengarungan di sungai ini
hampir tidak mungkin dilakukan kerena jeram yang ada tidak dapat
diprediksi dan sangat berbahaya. Konsekwensi dari suatu kesalahan dalam
pengarungan disungai ini sangat berat serta tindakan penyelamatan hampir
tidak mungkin. Sungai dengan tingkat kesulitan ini hanya untuk tim
khusus yang memiliki keahlian tinggi -bukan untuk diarungi perorangan-
setelah sering kali melakukan pengarungan pada sungai dengan tingkat
kesulitan class V.
Klasifikasi tingkat kesulitan sungai diatas
merupakan tingkat kesulitan sungai yang ditetapkan secara internasional.
Namun klasifikasi ini masih sangat variatif dan dapat berubah-ubah
walau masih pada sungai yang sama, karena tingkat kesulitan ini sangat
tergantung pada debit air dan kemiringan sungai. Sehingga pada
waktu-waktu tertentu sungai-sungai tersebut memiliki tingkat kesulitan
yang mungkin bertambah atau mungkin berkurang. Karena itu oleh kalangan
penggiat arung jeram dibelakang Class sungai sering ditambah dengan
tanda + (plus). Misalnya sungai Citarik memiliki tingkat kesulitan III+
artinya pada jeram-jeram tertentu sungai citarik memiliki tingkat
kesulitan yang setara dengan sungai Class IV. [BK]
*. sumber white water rafting dan berbagai tulisan lain.